Without going out of your door /You can know all things of earth/ With out looking out of your window /You could know the ways of heaven - The Beatles Â
Â
“Kenapa kamu ngendon disini?”, katamu di sebuah perbincangan di sore yang rembang di sebuah kebun di belakang rumah, sebuah meja lebar, aroma kopi, bangku panjang, suara angin yang mendesah pelan, gesekan daun dan seekor tokek yang mengetuk-ketuk dengan tenangnya.
Â
“Tok…. kek…” aku menunggu suara tokek itu sampai selesai, tapi sepertinya binatang melata yang menempel dan menghuni plafon bak mandi di rumah itu tak akan berhenti sampai disitu.
Â
Sepertinya tokek itu tahu bahwa diriku tengah berfikir untuk menemukan jawaban paling pas dan binatang melata yang menempel pada plafon bak mandi yang setiap pagi menyisahkan setumpuk kotoran di pojok kamar mandi itu tengah memberikanku ketukan waktu! Waktu dan perhitungan, antara ya dan tidak! Tetapi saat ini aku tidak tengah mencari jawaban ya dan tidak, tetapi sebuah alasan. Sebuah alasan yang panjang yang setidaknya bisa dimengerti oleh percakapan di sebuah kebun di belakang rumah itu.Â
Â
“Tok… kek… tok… kek…” Akhinya berangsur suara binatang itu lenyap. Dan yang pasti hanya untuk sesaat. Â Selebihnya aku harus mengisi perbincangan di belakang kebun itu kembali. Alih-alih membicarakan soal tokek? Hmm, tapi aku sudah setidaknya mengulangi perbincangan tentang tokek lebih dari 2 kali. Dan ia masih saja tertawa.
Â
“Kenapa tokek itu ngendon di kamar mandi itu?” Kataku, memulai lagi perbincangan soal tokek untuk kesekian kali.
Â
Ya, mungkin ia betah disana katamu. Mungkin pula memang seseorang sengaja membiarkannya di sana, toh tak ada yang berani membunuh tokek itu. Mungkin pula seseorang pernah mencoba mengusir tokek itu, tetapi tokek yang sama atau tokek yang lain datang lagi ke tempat yang sama. Tak ada yang tau pasti bagaimana tokek itu memilih tempat itu, mengapa tidak memilih pojok plafon yang lain? Mengapa harus kamar mandi yang pengap dengan sedikit cahaya? Apakah Tokek itu suka melihat tubuh-tubuh manusia yang telanjang, bugil bulat? Akupun mulai menjawab dengan asal pertanyaanmu. Aku ngendon disini karena aku suka pada kotak kehidupanku yang pengap ini. Bagiku tidak pergi kemanapun bukan berarti aku tidak pergi kemana-mana. Aku mendengar orang-orang dari luar kota datang, berkunjung dan bercerita tentang kotak-kotak kehidupan yang lain, kota-kota yang lain, ladang-ladang, kebun-kebun, sunga-sungai, luas-luas lautan, gurun-gurun, gua-gua dan perang! Mengapa perang masih saja terjadi?
Â
Yah, cukuplah bagiku untuk saat ini, menjadi tokek yang ngendon di tempat ini, mendengarkan orang-orang mampir di kamar mandi itu, bertelanjang bulat, bersiul-siul dan kadang-kadang melakukan sesuatu yang mereka pikir bahwa tak ada seseorang pun yang melihatnya. Hahahhahahaaa…. Â
Â
Ya, di ruangan ini, tanpa perlu melompati bingkai  jendela, tanpa perlu melangkah keluar melewati daun pintu, kita bisa menuju kesana.





Post a Comment