I want to trip inside your head / Spend the day there…
To hear the things you haven’t said / And see what you might see …Miracle drug, Bono-U2
Aku ingin memasuki rongga kepalamu, berjalan-jalan disana, menghabiskan waktuku di sana, mendenger, meraba, melihat apa yang kau rasakan…
Lorong itu berujung pada cahaya. Cahaya yang nampak agak kebiru-biruan. Tak ada cahaya lampu, hanya lorong lurus kaku. Aku melangkah dengan hati-hati. tetapi tak ada jalan lain selain memasukinya. Sudah terlanjur, dan kalau membalik adalah sebuah lorong yang lain, tapi berujung pada labyrin yang gelap dan lembab. Maka aku masuki lorong dengan ujung cahaya kebiru-biruan, dan semoga ini hanya mimpi.
Aku terbangun dari mimpiku…
Lorong itu hanya mimpi, pas saat aku berusaha dengan setengah lari sekuat tenaga menuju ujung lorong itu, tak kudapatkan apa-apa, aku tak pernah sampai. Aku terengah-engah…
Aku bangun dengan tubuh berkeringat, mungkin roman mukaku pucat saat itu. Seekor tubuh terjerembab dalam kasur dengan sperai berbau apak. Aku seperti seekor kecoa yang tubuhnya terbalik, tak bisa membalikkan tubuhku. Aku hanya bisa menggerak-gerakkan kedua kakiku sampai aku letih sendiri. Seekor kecoa yang malang…
Langit-langit kamar dan plafon yang dijangkiti sarang laba-laba. Sudah berapa lamakah aku menghuni kamar ini? semalam, dua malam, setahun, dua tahun, ah aku tak mengingatnya lagi…
Ada bunyi tuts pada mobile phone. Ada 5 kali panggilan tak terjawab, 3 pesan singkat.
“Tuts’.. tut’s…tuts’…” Sebuah tanganku meraba-raba di sekitar kasur. Kecoa yang malang. Kecoa yang malang yang hanya bisa menggerakkan kaki-kakinya ke keudara, ke arah langit-langit dan plafon yang dijangkiti sarang laba-laba.
Hmm, dimanakah kau nokia mobile phone keluaran tahun 2000an yang hanya bisa merekam 200 memori book dan menuliskan seorang nama dengan inisal ‘Inem’.
Ada tiga pesan pendek “Inem, Inem, Inem…” Ah perempuan itu hanya bisa memberikanku sebuah pesan pendek? Seberepa pentingngkah seekor kecoa ini bagimu Inem?”
Masih dengan terengah-engah, terlintas lagi mimpiku. Lorong yang panjang yang berujung pada cahaya kebiru-biruan. Sebuah kapsul tergeletak di bekas bungkus obat Flu. Ya, aku sudah merasa baikkan sekarang, setelah meminum sebutir kapsul obat flu, tertidur sesaat dengan mimpi yang aneh, dan menerima 3 pesan singkatmu.
Persetan!





Post a Comment