Skip to content

KOKA KOLA

Elevator! Going up! / In the gleaming corridors of the 51st floor / The money can be made if you really want some more / Executive decision-a clinical precision / I get good advice from the advertising world / Treat me nice says the party girl / Koke adds life where there isn’t any / So freeze, man, freeze (The class-koka kola)

Aku memasuki sebuah bangunan jangkung dengan lobby warna abu-abu, sofa-sofa yang tertata rapi, poster ‘Do it Your Self’, orang-orang berpakaian perlente, perempuan-perempuan dengan celana panjang dengan dan setelan blues. Sebuah Elevator menantiku di ujung lobby, konon tak ada lantai ke 13, yang ada hanya loncatan dari 12 langsung ke 14. Jarak antara ujung lobby yang dipenuhi cahaya lampu dan simplicity, adalah sekitar 15 meter, kira-kira 20 langkah ayunan kaki dan akan mencapai padai karpet besar warna merah gelap bertuliskan ‘Welcome!’.

Hmm, lantai 51 telah menantiku, dan deretan tombol tombol pada pigura pintu elevator menyala berurutan 51, 50, 49…… 14, 12, 11, 10, 9…3, 2, 1…dan sreeet! Cling! pintu itu membuka. Sliding Doors!

Keluarlah dari sana wajah-wajah asing, orang-orang dengan kemeja, blues tas-tas berkas, rambut yang tertata rapi, sepatu-sepatu hitam yang mengkilat! Hey itu sepatu dari kulit buaya!

Diantar gerombolan yang menggumpal pada kotak sempit elevator yang pintunya tengah membuka itu, kira-kira ada 5 sosok laki-laki, 4 sosok perempuan dan seorang perempuan yang memenuhi perhatianku.

De Javu! Perempuan dengan Long blues coklat, menutupi T-shirt warna pink, Dark brown jeans, simple glasess yang menutupi dua kelopak mata hitam, dan lipstik yang merona… Hey Pernahkah kita bertemu pada suatu waktu?

Kau tak menjawab selain menatapku tak sengaja ‘beberapa detik’ yang dasyat diantara orang-orang yang menggumpal pada kotak elevator yang tengah membuka.

3, 2, 1… cling! Pintu elevator yang lain juga membuka. Dan sepersikan menit yang dasyat itu telah berlalu. Aku harus mematahkan rokokku yang masih separoh pada recycle bin yang mirip tabung oksigen! Ayoh berangkat pada lantai 51!

It’s the pause that refreshes in the corridors of power / When top men need a top up long before the happy hour /Your snakeskin suit and your alligator boot / You won’t need a launderette, you can send them to the vet! /I get my advice from the advertising world / Treat me nice says the party girl / Koke adds life where there isn’t any /So freeze, man, freeze / Koka Kola advertising and kokaine /Strolling down the Broadway in the rain / Neon light sign says it /I read it in the paper-they’re crazy! / Suit your life, maybe so / In the White House-I know / All Over Berlin (they’ve been doing it for years) / And in Manhattan!

Ah, Adpertensi. Kenapa aku pula termakan adpertensi?

Lantai lift bergerak merangkak ke atas menapaki level demi level bangunan jangkung ini. Aku bisa merasakannya karena lorong lift adalah lapisan kaca dengan landscape kota Yog di kejauhan. Dari jauh persis pada landscape yang tersaji padaku sebuah jalan beraspal lebar dengan tumpukan mobil mobil yang menyemut. Aku tau itu adalah perempatan kota Yog, sebuah adpertensi raksasa bergambar perempuan dengan rambut panjang.

Coming through the door is a snub nose 44 / What the barrel can’t snort it can spatter on the floor / Your eyeballs feel like pinballs /And your tongue feels like a fish / You’re leaping from the windows-saying don’t / Ayaiiiiirrrghhh! *@!!*@!!*! / Don’t give me none of this!

I get good advice from the advertising world / Treat me nice says the party girl / Koke adds life where there isn’t any / So freeze, man, freeze / Hit the deck!

Sebenarnya aku tak bermaksud mempercayaimu. Iklan itu. Tapi aku pura-pura saja, seperti pada suatu kali tengah berhenti di perempatan itu, aku menemuimu: perempuan dengan lipstik, dark and long hair, black leather coat, bulu mata lentik dan imajinasi tentang ‘biar kuhapus bekas bibirmu dengan bibirmu’.

Hey bagaimana kalau iklan itu bergambar Paijo saja, atau samat saja?

Landscape kota yog mengecil dan mengecil, kemudian menjadi sebuah bidang mirip papan sirkuit PCB! Ah dunia mekanis. Semua yang dibangun manusia pada dasarnya sama. Kotak, bundar lengkung…..

48, 49, 50, 51, ‘Cling’ Elevator berhenti pada angka 51, sesaat lagi aku akan bertemu dengan perempuan itu: Dark hari, sorot mata tajam dan penuh selidik….



Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *
*
*