Skip to content

The Way

They made up their minds/ And they started packing/ They left before the sun came up that day/ An exit to eternal summer slacking But where were they going/ Without ever knowing the way? …Fastball

Hmm, Kami berempat aku, kau dan dua ekor bayang-bayang yang mengikuti aku dan kau dari belakang. Berjalan pelan membelah jalan yang telah sepi, cahaya lampu merkuri dan aspal yang penuh dengan bercak-bercak tikus yang mati terlindas hingga perutnya membuncah. Hmm, kau hampir menginjakinya seekor.

Kemana aku kau dan dua ekor bayang bayang itu akan menuju? ke sebuah rumah kah? dengan tempat tidur yang nyaman dan percakapan ringan?

Ndak! Aku ingin menikmati malam ini, katamu!

Maka aku, dan dua ekor bayang-bayang yang setia mengikuti aku dan kau mengangguk setuju.

Ini malam, kota tak berubah. Penuh dengan gedung-gedung jangkung, gelandangan yang tidur dengan gumpalan-gumpalan kardus, para penjaja warung yang tengah beringsut pulang, petugas kebersihan yang mulai bekerja menarik gerobak sampah dan mengayunkan sapu, dan lampu-lampu  yang menyala.

Bah, Tapi aku mulai digigiti nyamuk! Perutku mual pula! Katamu, dan bayang-bayang yang mengikutkan ekspresi dengan menekan perutnya.

Dasar manja!

Dingin telah merasuk pada sunsum, juga pada urat-urat di kepala. Pada tubuhmu adalah Sweater coklat panjang (aku selalu suka memandangmu dengan kostum itu seperti halnya kau suka memakainya diantara deretan kostumu yang lain), dengan Blue jeans, sepasang sandal…

Baik-baik! Kita mampir ke Burjo saja!

Di kotaku ada deretan warung malam. Di kotaku pula, deretan warung malam itu dipenuhi orang-orang malam yang tiap malam insomnia. memenuhi bangku-bangku kayu panjang di warung-warung Burjo atau di warung angkring, menghabiskan berbatang-batang rokok, teh, kopi dan gorengan dan rentetan percakapan tentang ‘Malam yang busuk’ tetapi mereka menyukainya!

Hmm, Aku, kau dan dua ekor bayang-bayang kini melangkah ke sebuah warung borjo berwarna pucat pasi di ujung lorong kota Yog, temaram lampu merkuri, seekor tikus yang menyembul dari got, dan tiang-tiang listrik yang melai mengembun.

Setidaknya aku, kau dan dua ekor bayang-bayang yang mengikuti kami kini punya tujuan.

Ayoh! kesana!



Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *
*
*