I’m the best damn thing that your eyes have
ever seen! Avril lavigne
Kami berenam, kau, aku dia dan keempat kawan lagi dan seorang laki-laki paruh baya. Kami berjalan diantara pokok-pokok akar bakau, setapak tanah yang penuh dengan ilalang. Seseorang pernah berkata dari rerimbun semak itu sewaktu-waktu seekor ular berbisa bisa meluncur. Ia akan melenting ke arahmu dan kalau kau tidak segera ditolong, dalam hitungan detik kau sudah tak bernyawa lagi.
Sepanjang perjalanan, kami berenam, aku kau dia dan keempat kawan lagi dan seorang laki-laki paruh baya tak benyak bercakap. Kami memang mengurangi percakapan, karena bagiku, dia dan keempat kawan lagi, kami tengah menikmati percakapan di ruang pikiran kami masing-masing.
Hmm, akhirnya kami sampai pada pinggir pantai. Sebuah pantai dengan landskape pulau-pulau kecil, puluhan burung-burung migran yang berterbangan dan perahu-perahu yang berlayar di kejauhan.
“The Best Damn Thing”, Katanya, katamu, dan kata dia
Tak ada yang lebih takjub dari aku, kau dia dan keempat kawan lain saat memasuki pinggiran pantai itu. Kami membuka percakapan lagi tentang ‘benarkah kita berdiri disini?’ Aku, kau, dia dan keempat kawan lain mencoba merekamnya. Hamparan pasir putih, aroma garam dan ribuan pasang ikan yang berkilatan.
“The Best Damn Thing”, Katanya dan katamu dan kata dia.
“Siapakah maksudmu?
“Pokoknya the best damn Thing”!
Makin lama aku makin bingung saja…..





Post a Comment