Skip to content

Stay (Faraway, so close!)

You say when he hits you, you don’t mind
Because when he hurts you, you feel alive, U2, Bono

Kusempatkan diriku tuk menyapamu peri kecilku. Pagi ini setelah aku dibangunkan dari tidur yang hanya sebentar saja, kurang dari 2 jam, menyisahkan kepala yang berat dan mata yang tertusuk ribuan pasir. Aku melangkah keluar dengan gontai, seperti setengah berat bandanku telah menguap entah kemana.
Sebelum berangkat ke kota, peri kecilku, seperti biasa, kuseduh kopi, dan menyapa keponakan kecil yang bandel–tapi pagi ini dia masih terlelap karena semalam ia telah bermain-main semalamaman.
Lalu kusapa juga ruangan yang akan kutinggalkan, buku-buku yang terbuka dan kertas kertas yang berserakan, juga pendar layar monitor ini.
Hey, bakal ada pemadaman listrik, bakal ada demo besar-besaran kenaikan BBM! Aku tak ingin mencatatnya di kepala, toh itu akan berlalu seperti berlalunya musim hujan bulan ini.
“Bergegaslah untuk Mandi Bangsat! Gosok Gigi! Ganti celana dalammu denga yang baru!”
Yah, aku melangkah dengan malas, tapi saat menjejakkan kakiku di halaman belakang, matahari sudah meninggi, cahaya dan panasnya langsung menyentuh jidatku!
“Rasakan pemalas! Kalau kau tidak segera mandi, kau akan kehilangan banyak waktu! Terlambat!”

Ah, apalah gunanya waktu, 12 jam untuk hari ini. Kalau ndak salah, aku ada 5 janji. Bertemu inilah, bertemu itulah, ngomong inilah, ngomong itulah, seketika kepalaku penuh…..

Brrrr, aku mencerburkan tubuhku dalam guyuran air yang menyegarkan. Seketika aku menjadi hidup kembali, seperti orang paling optimis di dunia!

Hidupku bergulir lagi…



Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *
*
*