Someday I’ll wish upon a star, Wake up where the clouds are far behind me/ Where trouble melts like lemon drops/High above the chimney top that’s where you’ll find me/ Oh, Somewhere over the rainbow way up high/And the dream that you dare to, why, oh why can’t I? I hiii ?… Israeli Kamakawi
Maka kamipun bermimpi tentang mimpi yang sama. Pada kedalaman dua buah bola matamu yang besar, bening, aku bisa melihat mimpimu; tentang anak-anak yang berlarian lincah di pematang bukit, diantara kelopak-kelopak bunga yang terbuka, burung-burung yang meluncur turun pada ngarai dan capung-capung yang melayang dengan manuver-manuver lincah.
Pada kedalaman kelopak matamu yang lain, akupun bermimpi yang sama; anak-anak yang berlarian lincah di lorong-lorong kota, pada pematang trotoir, bilboard dengan perempuan tersenyum, lampu-lampu flip-flop warna-warni, klakson dan spion yang menampilkan keriangan orang-orang di belakang kemudimu.Â
Karenannya kita masih bermimpi saban hari. Saat kaututup pintu dan kututup pintu, saat kau selehkan sepasang sandalmu dan sepasang sandalku, pada ranjang yang berbeda, maka kitapun melanjutkan mimpi kita.
Kau bilang, seperti juga kubilang, kita memilih melanjutkan hidup kita karena kita sama-sama punya mimpi





Post a Comment